Tuesday, 27 December 2016

Om Telolet OM sepanjang Pat- - Kudus

Om Telolet Om menjadi kata kata yang mendunia sekarang. Kata ini bermula dari anak anak meminta kepada pengemudi bus untuk membunyikan klaksonnya. Dalam liburan sekolah ini juga dimanfaatkan oleh anak anak di seluruh penjuru Jawa mengikuti tren ini. Pengalaman pada perjalanan dari Pati Ke Kudus Senin 26 Desember 2016. Terutama di sore hari dimana bus bus antar kota antar propinsi mulai pada berangkat. Kebanyakan bus bus tersebut menuju tujuan akhir kota Jakarta dan sekitarnya. Di sepanjang jalan anak anak memanfaatkan waktu liburannya dengan berdiri di pinggir jalan secara bergerombol. Ada yang membawa tulisan om telolet om dan ada yang minta dengan teriakan saja. Memang benar sepanjang perjalanan dari kota Pati mulai dari Kecamatan Margorejo, Gondoarum hingga Jekulo Kudus. Ramainya bukan main anak anak menunggu bus malam pada lewat. Sambutan para pengemudi untuk menghibur anak anakpun diberikan dengan membunyikan klakson teloletnya. Wah cukup ramai juga. Namun bagi pengendara kendaraan lain juga sudah memahami booming om telolet om ini. Sampai kapan booming om telolet om ini berakhir tentunya bila anak anak sekolah sudah masuk kembali tanggal 3 Januari 2017 mendatang. 

Sunday, 3 March 2013

Getuk Runting

Getuk Runting salah satu kuliner dari Pati. Getuk ini sangat dikenal oleh masyarakat Pati atau yang pernah tinggal di Kota Pati pasti mengenal getuk runting. Runting merupakan nama desa di sebelah utara kota Pati. Getuk runting sangat khas rasanya karena terbuat dari ketela pilihan atau dikarenakan tanaman ketela yang tumbuh di sekitar desa Runting mempunyai kandungan tersendiri. Tekstur tanah di Runting mungkin cocok pada tanaman ketela jenis tertentu saja sehingga rasa getuknya tidak ditemui seperti di daerah lainnya. Getuk runting biasanya disajikan dengan urapan parut kelapa serta diberi gula merah cair. Nikmat bila disantap pagi hari dan ditemani secangkir kopi atau teh. Getuk ini hanya dijual di desa runting bahkan di kota Pati pun tidak ada getuk segurih getuk Runting. Bagi yang hobi kuliner getuk runting pasti di cicipi saat berkunjung ke kota PATI.

Tuesday, 13 November 2012

Pujasera Roro Mendut

Pujasera Roro Mendut adalah tempat kuliner di kabupaten Pati tepatnya di Puri atau depan pasar Puri tempo dulu. Dari arah Kudus bisa langsung terus dari tugu Tani atau mengikuti jalur bus juga akan bertemu kawasan ini. Disamping kuliner terdapat pula kios buah buahan. Kuliner yang tersedia diantaranya makanan khas Nasi Gandul, Soto, Seafood, Gado gado dan masih banyak aneka macam. Tempat ini cocok bagi yang menempuh perjalanan jauh baik dari arah Surabaya maupun dari Semarang. Suasana rindang dan nyaman dapat ditemui di tempat ini termasuk percakapan dialek khas Pati mudah kita dengar dari penjaja makanan maupun buah buahan.

Tuesday, 16 October 2012

Bis Mania

Ternyata ada juga perkumpulan hobi mengumpulkan gambar gambar Bis atau pengguna Bis bila berpergian ke luar kota. Perkumpulan tersebut diberinama Bis Mania. Berikut gambar Bis yang kami ambil di jalur pantura tepatnya di Kota Tegal.

Wednesday, 15 August 2012

Semangka Inul Dari Mayong

Sepanjang perjalanan dari Jepara Ke Kudus melewati pasar Mayong Jepara dan kita akan menjumpai depot penjualan semangka dan melon disepanjang jalan. Ternyata masyarakat sekitar mengistilahkan buah semangka warna hijau ini semangka inul. Bentuk buahnya tidak bulat tetapi agak lonjong. Buah semangka ini dalamnya berwarna kuning dan manis masir, demikian ungkap sang penjual. Dan memang benar setelah sampai di rumah semangka ini dipotong berwarna kuning dan manis banget. Wah cocok sebagai teman menu berbuka puasa seperti saat ini.

Pasang Paku di Rel Kereta

Pada era tahun 1980 an bila saat bulan Puasa tiba, disamping kegiatan menunggu berbuka. Di waktu pagi setelah makan sahur masa anak anak kita pergi ke Alun - Alun (sekarang Simpang Lima Pati). Pada saat itu di tengah alun - alun tersebut terdapat jalur rel kereta api disel. Pada waktu masih kecil sehabis mengikuti sholat Subuh berjamaah di Masjid Besar Pati kita pasti membawa paku dari rumah untuk dilindaskan di rel kereta. Setelah terlindas paku tersebut bisa menjadi semacam pisau pisau an. Mengingat masa kecil itu ternyata sangat menarik. Hal ini suasana bermain di sepanjang rel kereta dapat kami jumpai lagi di bulan puasa 1433 H ini. Kami menemukan anak anak sedang bermain di sepanjang rel untuk memasang apa saja diatas rel agar terlindas oleh kereta yang akan lewat. Kebetulan juga suasana tersebut anak anak habis berjamaah sholat Subuh dari masjid sekitarnya. Berikut suasana kegembiraan anak anak setelah paku yang dipasangnya terlindas Kereta Api. Padahal paku wis mencelat ora karuan.

Thursday, 5 January 2012

Banjir Landa Pati 5 Desa Terendam

Hujan lebat di Pati Kamis 5 Januari lalu ternyata di Kecamatan Kayen terjadi banjir bandang. Akibatnya ratusan warga terendam air. Lima desa yang kebanjiran adalah Sumbersari, Slungkep, Kayen, Srikaton dan Trimulyo. Banjir diakibatkan meluapnya sungai Mangin Kanan dan Kiri. Alur sungai tidak mampu menampung aliran air dari kawasan pegunungan Kendeng. Kondisi pegunungan Kendeng yang agak gundul turut menyebabkan banjir bandang.

AmazingCounters.com