Senin, 27 Desember 2010

Kereta Api Di Jepang


Pengalaman naik kereta api di Jepang cukup nyaman juga. Tulisan ini barangkali bermanfaat bagi yang akan pergi ke Jepang sebagai referensi menggunakan jalur kereta api. Angkutan massal di Jepang mengandalkan kereta api. Semua infrastruktur mulai rel, stasiun hingga jalur pejalan kaki sudah disiapkan sedemikian rupa. Tidak perlu kuatir bila sampai di stasiun karena peta jalur dan informasi harga tiket terpampang di setiap stasiun. Ternyata di Jepang ada beberapa jalur kereta api termasuk jalur kereta tercepat sinkansen. Kami tinggal di kawasan industri Kanazawa pinggiran kota Yokohama stasiun terdekat adalah Sangyo Shinko Center jalur keretanya Seaside Line. Untuk menuju kota kota lain harus ke stasiun Shin-Sugita dengan ongkos 280 yen. Dari stasiun ini menuju Yokohama kota dengan nama stasiunnya Yokohama tiketnya 160 yen. Di stasiun ini jalurnya dikenal dengan JR Keihin Tohoku Line. Kereta nyaman sekali, interior bersih dan beragam informasi ditampilkan dalam layar TV. Setiap akan sampai di stasiun terdekat diinformasikan melalui pengeras suara yang ada didalam gerbong. Sehingga bagi yang akan turun bisa mempersiapkan diri. Jalanya kereta halus sekali dan cepat. Kebetulan pada saat di Jepang musim dingin, di bagian bawah tempat duduk ada mesin penghangatnya agar temperatur tidak terlalu dingin. Bila ke Tokyo ditempuh dua jam perjalanan dari asrama termasuk jalan kaki ganti jalur kereta yang lain.

Selasa, 21 Desember 2010

Yokohama Kenshu Center


Yokohama Kenshu Center (YKC) adalah salah satu nama gedung untuk pelatihan program AOTS ( The Association For Overseas Technical Scholarship ). Lokasi gedung ini beralamatkan di Fukuura, Kanazawa-Ku Yokohama 236-0004 Japan. Persis letaknya dekat kawasan industri Kanazawa atau pinggir pantai. Gedung ini berlantai-9. Kapasitas gedung bisa menampung 1000 orang. Pada saat kami berada di sini terdapat 238 orang dari 10 negara. Peserta Indonesia paling banyak pada bulan November lalu yaitu 104 orang dari berbagai bidang. Sebanyak 75 orang perawat lagi belajar bahasa Jepang yang nantinya akan bekerja di sektor kesehatan di Jepang. Setiap peserta training mendapatkan satu kamar lengkap dengan fasilitas AC, TV, Radio, tempat tidur dan kamar mandi dalam. Untuk keperluan cuci pakaian disediakan di lantai 4 termasuk menyeterika. Kebutuhan perut yaitu sarapan, makan siang dan makan malam disediakan kantin berlokasi di lantai-2. Kebutuhan olahraga juga ada lapangan tenis dan softball. Penghuni akan dilayani staf yang ramah mulai dari front office sampai kebutuhan selama tinggal disana. Bagi yang membawa laptop sendiri dikamar ada jaringan internet yang bisa digunakan komunikasi dengan keluarga di tanah air. Bagi yang tidak membawa disediakan pula ruang komputer untuk browsing atau buat email, yang dibatasi sampai jam 11 malam. Bagi yang membawa peralatan listrik perlu diperhatikan stopkontak yang gepeng, karena colokan berbeda dengan disini. Bagi yang mau jalan jalan di depan gedung sudah ada stasiun kereta namanya Sangyo Shinko Center untuk menuju berbagai kota seperti Yokohama dan Tokyo.

Selasa, 07 Desember 2010

Tebang Bersama JAL 726


JAL (Japan Air Lines) adalah pesawat jarak jauh yang pertama kami tumpangi. Disini kami akan berbagi cerita perihal pengalaman pergi ke Tokyo untuk mengikuti suatu training mengenai manajemen pemasaran. Pesawat yang akan kami tumpangi adalah JAL dengan nomor penerbangan 726. Berangkat dari Bandara Soekarno Hatta jam 22.00 malam. Sebelumnya kami harus chek in dulu di loket dan memasukkan bagasi tentu dengan menunjukkan paspor kita. Setelah chek in dan diberi kartu boarding yang menunjukkan pintu berapa kita masuk dan nomor berapa tempat duduk kita. Setelah itu kita menuju loket bebas fiskal bagi yang mempunyai NPWP. (Namun pajak fiskal luar negeri ini hanya berlaku hingga akhir Desember 2010. Mulai 2011 bagi yang melakukan perjalanan ke luar negeri dibebaskan dari pajak fiskal keluar negeri, dan yang belum mempunyai NPWP tidak usah kuatir lagi). Setelah itu kita menuju pemeriksaan Bea Cukai dan mengisi kartu Keberangkatan dan Kedatangan (Embarkation and Disembarkation Card).


Setelah beres dari pemeriksaan bea cukai, kita menuju pintu keberangkatan pesawat. Untuk kelas eksekutif dipersilahkan masuk terlebih dahulu di ikuti kelas satu masuk. Kelas ekonomi seperti kami dipersilahkan masuk yang terakhir. Ternyata kelas ekonomi dibagian ekor pesawat. Maklum jatah kami memang kelas ekonomi. Tepat pukul 22.05 wib pesawat take off meninggalkan bandara Soekarno Hatta dalam kegelapan malam. Selama tujuh jam penerbangan kami disuguhi berbagai makanan tentu sudah ala Jepang dan disambut oleh pramugari dengan bahasa Inggris dan Jepang pula. Minuman ditawarkan mulai dari aneka jus, kopi, teh, softdrink hingga wine mau pilih yang mana. Di dalam pesawat kita bisa memilih mendengarkan musik atau melihat video dengan remote yang di sediakan di bawah sandaran tangan. Kita juga bisa interaktif melihat posisi pesawat berada diatas mana, ketinggian berapa serta berapa lama telah ditempuh serta estimasi jam berapa sampai di bandara tujuan. Tepat pukul 05.15 pagi wib atau 07.15 waktu Jepang pesawat mendarat di bandara Narita. Tiba di bandara kita naik kereta memindahkan para penumpang menuju ruangan kedatangan untuk diperiksa bea cukai setempat. Setelah lolos dari pemeriksaan dokumen yang kita bawa, dipersilahkan masuk dan mengambil bagasi dan ada sreening lagi terhadap barang bawaan kita melalui pintu detektor. Setelah sampai pintu keluar kita sudah dijemput petugas dan telah disiapkan bus yang mengantarkan ke tempat tujuan.

Minggu, 05 Desember 2010

ASEAN - JAPAN CENTRE


ASEAN JAPAN CENTRE adalah suatu gedung yang dibangun oleh pemerintah Jepang diperuntukkan kepada negara negara ASEAN guna mendukung akses pasar supaya dapat memasuki pasar Jepang. Di ruangan ini terdapat informasi mengenai perekonomian negara ASEAN serta potensinya yang dapat dikerjasamakan. Umumnya gedung ini dipakai sebagai pusat informasi perdagangan. Bulan November lalu Indonesia melalui kedutaan besarnya di sana menyelenggarakan pameran produk UKM bertajuk Little Indonesia 2010. Pengunjung dari kalangan distributor yang mempunyai toko toko di seputar kota Tokyo. Dipersilahkan kepada pelaku usaha untuk dapat mengoptimalkan fungsi dari gedung ASEAN JAPAN CENTRE ini.

Rabu, 01 Desember 2010

Patung Budha Kamakura


Patung Budha yang ada di Kamakura Jepang ketika kami mengunjungi kesana cukup banyak pengunjung yang ingin melihatnya. Presiden Barrack Obama pun pada pertemuan APEC disempatkan mampir. Kalau dibandingkan Borobudur mungkin tidak beberapa. Tapi mengapa pengunjung bisa melimpah begitu pada setiap akhir pekan. Ini karena sistem informasi lokasi wisata serta pihak pihak yang terkait dengan pariwisata ada keterpaduan. Guide yang mendampingi kami cukup informatif menjelaskan seluk beluk patung budha ini dan mereka bilang sama ya dengan yang ada di Borobudur Indonesia. The great Budha ini terletak di wilayah Kotoku in Temple, tingginya 13,34 meter konon dibangun tahun 1252 dan pernah diterjang tsunami tahun 1948 sehingga yang tersisa adalah patung Budha ini.

msn spaces graphics
Cabelas Coupon